Wednesday, May 30, 2012
Penerapan Model Pembelajaran
Pembelajaran yang dirancang, selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM,
juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam
proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no
41, tahun 2007, tentang Standar Proses), yaitu eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi.
Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan
peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang
dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau
di luar sekolah, misalnya melalui lembar kerja peserta didik, buku teks, media
masa (koran, majalah), internet, praktikum, atau musium. Metode pembelajaran
yang dapat digunakan guru juga bervariasi, yaitu metode diskusi, eksperimen dan
penugasan; demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat
bervariasi, misalnya pendekatan lingkungan, pendekatan proses, atau pendekatan
kontekstual.
Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada
informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan
(informasi yang sudah dimiliki). (Loy.W.K & Miskel, C.G.(2005) . Kemampuan
peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang
sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. Kegiatan yang dapat dirancang
misalnya melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan,
penyelesaian masalah, penyusunan laporan, diskusi kelompok , pameran produk,
dan lain-lain.
Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta
penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi, elaborasi, atau eksplanasi
(penjelasan) yang diberikan peserta didik. Kegiatan konfirmasi juga dapat
berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan
penguatan baik dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat. Kegiatan yang dapat dilakukan
dapat berupa tanya jawab, laporan lisan, seminar, dan lain-lain. Kegiatan
konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam
merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar.
Kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi yang dipaparkan di atas,
bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model
pembelajaran. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-
kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai
upaya menerapkan konstruktivisme. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM
dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang
akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Banyak model
pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi,
elaborasi, dan konfirmasi. Namun sebelum membahas model-model pembelajaran
yang dapat digunakan, ada baiknya Anda memahami kembali makna model
pembelajaran.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment